Transportologi Gelar ToT Keselamatan Jalan untuk 3 Sekolah di Kota Surakarta

Pusat Studi Mobilitas Lestari Transportologi menggelar training of teachers (ToT) peningkatan keselamatan jalan kepada 15 guru di tiga sekolah terpilih di Kota Surakarta, Kamis, 7 Mei 2026 di Hotel Solo Paragon. Para guru mendapatkan kesempatan capacity bulding mengenai urgensi keselamatan jalan, mekanisme pelibatan anak muda, dan pengenalan Youth Engagement Application (YEA) dan Star Rating for School (SR4S).

Para guru ini berasal dari tiga sekolah yang terpilih melalui mekanisme Big Data Screening (BDS). BDS merupakan metode penentuan lokasi prioritas intervensi dengan merangking sekolah dari tingkat yang paling tinggi risiko keselamatan jalannya hingga terendah di Kota Surakarta.  Ketiga sekolah ini meliputi: SMAN 4 Surakarta, SMA Regina Pacis Surakarta, dan SMPN 12 Surakarta.

Direktur Transportologi, Sukma Larastiti, mengatakan tabrakan lalu lintas masih menjadi salah satu penyebab utama kematian anak muda usia 15–29 tahun. Risiko ini juga berpotensi terjadi kepada anak-anak yang beraktivitas di sekolah setiap hari.

Hal ini membutuhkan terobosan untuk mencegah terulangnya anak muda menjadi korban. Program AI&ME hadir untuk menjawab tantangan ini dengan cara yang berbeda yakni melibatkan anak muda sebagai “aktor” yang aktif dalam penilaian keselamatan jalan.

“Anak muda bukan sekadar sebagai objek dari sebuah kebijakan. Tidak hanya menilai, anak muda juga mampu mengusulkan perbaikan, mengadvokasi kepada otoritas terkait, dan mengajak anak muda lain untuk turut serta dalam gerakan ini,” kata Sukma, dalam sambutannya.

Pada pelatihan ini, para guru membuat rencana tindak lanjut yakni menggelar training keselamatan jalan kepada para murid di sekolah masing-masing. Para murid akan menilai risiko keselamatan jalan di sekitar sekolah menggunakan aplikasi YEA.

Data dari YEA ini lantas akan dianalisis menggunakan SR4S untuk menentukan rekomendasi perbaikan agar jalan lebih berkeselamatan bagi anak muda. Upaya ini menjadi salah satu bagian penting untuk mewujudkan kota yang lebih layak huni.

Pengawas SMA Dinas Pendidikan Wilayah VII Provinsi Jawa Tengah, Ugik Sugiharti, mengatakan penerapan aplikasi YEA sangat bermanfaat untuk pengambilan  kebijakan dalam  keselamatan berlalu lintas.

“Insight tentang Road Safety sangat menginsipirasi para peserta.ToT seperti ini diharapkan dapat membawa perubahan perilaku dan meningkatkan keselamatan jalan yang didukung pemerintah daerah,” kata Ugik.

Menurut dia, pelaksanaan ToT dengan mengajak peserta langsung praktik nyata sangat menyenangkan. Ugik berharap para guru bisa menerapkan pelatihan serupa di sekolah masing masing sehingga siswa dapat menggunakan aplikasi YEA untuk meningkatkan keselamatan jalan.

“YEA mendukung analisis dalam pengambilan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat dan pengguna jalan. Hal ini dapat meminimalkan risiko tabrakan di jalan  dan dapat meningkatkan pemberdayaan anak muda untuk kota layak huni,” harap Ugik.[]

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *