AI&Me Solo Road Safety Festival

Sebuah Festival — Selayang Pandang

Peran anak muda masih terpinggirkan dalam usaha mewujudkan kota yang layak huni. Hal ini terlihat dari masih tingginya jumlah anak muda yang menjadi korban meninggal dunia akibat tabrakan di jalan. 

Aksi ini sederhana, namun bisa meyelamatkan lebih banyak nyawa.

Kondisi ini mendorong lahirnya aksi untuk menurunkan fatalitas di jalan dengan melibatkan anak muda sebagai aktor kunci, salah satunya di Kota Surakarta. 

Anak muda bergerak mulai dari pemetaan risiko, mengusulkan rencana perbaikan, dan mengampanyekannya kepada anak muda lainnya.

Di Kota Surakarta, setidaknya ada 300 anak muda pelopor berasal dari 3 sekolah yang terlibat untuk mewujudkan keselamatan jalan di sekolah di dalam program AI&Me: Pemberdayaan Anak Muda untuk Kota Layak Huni.

Aksi ini sederhana, namun bisa meyelamatkan lebih banyak nyawa. Dari 300 anak di 3 sekolah ini diharapkan bisa memperluas cakupan kepada 130 ribu pelajar dan 395 sekolah lainnya di Kota Surakarta. 

Hal inilah yang melandasi urgensi dan relevansi kegiatan bertajuk AI&Me Solo Road Safety Festival. Ajang ini menjadi semacam jembatan emas bagi lahirnya kolaborasi berkelanjutan antara anak muda dengan pemangku kepentingan lainnya mulai dari pemerintah, akademisi, swasta, komunitas, dan media.

Semua rangkaian ini bermuara pada satu hal: suara anak muda yang didengar dan turut menentukan arah pembangunan kota yang layak huni bagi semua. Sebab, tidak ada sesuatu tentang anak muda tanpa anak muda.

Nothing About Youth without Youth.

Jadilah bagian penting dalam kampanye keselamatan jalan demi menyelamatkan lebih banyak nyawa anak muda di jalan melalui video bersama sineas Zen Al Ansory.

Siapkan dirimu dan jadilah agen perubahan sekarang!


Satu foto, sejuta cerita. Bagikan foto terbaikmu yang menginspirasi banyak orang untuk mewujudkan kota yang layak huni.

Fotoku bisa mengubah kotaku.


Yang muda, yang bersuara! Suarakan lebih keras tentang keselamatan jalan versimu melalui poster.

Poster segera meluncur!


Keselamatan jalan bukan sekadar isu anak Transportasi. Urun rembug solusi atas masalah transportasi perlu dipandang secara interdisipliner dan multidisipliner. Apa idemu untuk kota yang lebih berkeselamatan?

Siap urun rembug untuk kotamu?


Workshop Lomba

Anak muda harus berdaya! Kami menyelenggarakan workshop lomba kepada para peserta lomba tentang bagaimana mengemas pesan keselamatan jalan yang efektif dan memikat. Mereka juga berlatih keterampilan teknik bersama para ahli. 

Keselamatan jalan bukan sekadar mengajak orang tertib lalu lintas atau memakai helm saat mengendarai sepeda motor. Isu keselamatan jalan jauh melampui itu semua.

Sayangnya, isu ini masih terpinggirkan dan tidak menarik bagi kebanyakan orang, khususnya anak muda. Anak muda cenderung lebih dekat dengan isu lingkungan seperti sampah, krisis iklim, penggunaan plastik sekali pakai dan tren media digital.

Di sinilah workshop lomba menjadi penting dan relevan. Sebelum memproduksi karya untuk dikompetisikan, para peserta akan berlatih bersama para ahli mulai dari keselamatan jalan, video, foto, poster ilmiah, dan poster kampanye.

Sejumlah ahli yang akan hadir dalam workshop lomba ini antara lain: Cahyadi Kurniawan, Yordan Sano, Harsya Pambudi, Zen Al Ansory, Nurul Hidayati, dan I Gusti Ngurah Tri Marutama.

Kami berharap lomba dan workshop pra-event ini akan menjadi jembatan yang mengantar mereka ke gerbang isu keselamatan jalan yang lebih luas. Keterlibatan anak-anak muda yang lebih berdaya ini akan menyelamatkan banyak nyawa di jalan. Mereka akan mendorong pemerintah untuk mewujudkan kota yang layak huni bagi semua.


RSVP

Nikmati pameran dan berbagai workshop selama festival.

A ramp along a curved wall in the Kiasma Museu, Helsinki, Finland

Acara ini diselenggarakan oleh:

dan didukung oleh:

Para kolaborator:

Media Partners: