Latar belakang
Sepeda pernah menjadi moda mobilitas yang populer bagi warga. Warga menggunakan sepeda sebagai sarana mobilitas harian sejak kali pertama diperkenalkan oleh Hindia Belanda hingga 1970-an. Pada era yang sama, becak, sepeda roda tiga yang berfungsi pula sebagai sepeda kargo, masih mudah ditemukan di kota-kota besar untuk mengangkut penumpang dan barang. Jalur-jalur khusus yang bisa diakses oleh kendaraan bermotor eksis dan saling terhubung. Kendati demikian, popularitas sepeda tidak bertahan lama dan akhirnya menurun seiring dengan kebijakan pemerintah yang memprioritaskan kendaraan bermotor.
Kini, penggunaan sepeda di kota-kota Indonesia untuk kegiatan sehari-hari semakin menurun. Orang-orang beralih menggunakan mobil dan sepeda motor, karena dianggap mempermudah untuk berpindah lokasi, cepat, dan terjangkau. Hal ini membuat posisi sepeda kian terpinggirkan menjadi sekadar sarana berolahraga dan rekreasi.
Apa yang terjadi di kota-kota itu bukan hanya menyoal berkurangnya dan hilangnya pengguna sepeda, melainkan juga perubahan kultural dalam bermobilitas; hilangnya jejak-jejak infrastruktur yang mendukung aktivitas bersepeda; dan hilangnya catatan kultural tentang sepeda di Indonesia. Posisi (pe)sepeda pada masa kini tidak hanya lemah dalam kebijakan publik transportasi, tetapi juga dalam memori warga. Pandangan umum dan ingatan warga masa kini justru menganggap sepeda sebagai moda warga kelas bawah dan miskin, yang tak pernah dikenali sebelum 2000-an saat sepeda lazim sebagai moda harian.
Acara Mobilize Indonesia “The Last Miles: Menuju Kepunahan Sepeda di Surabaya” berhasil mengangkat diskusi tentang keragaman sudut pandang dan kisah sepeda mulai dari sejarah, perkembangan kontemporer hingga aksi-aksi yang dilakukan oleh komunitas Bike to Work, pioneer gerakan sepeda di Tanah Air. Diskusi ini menghasilkan salah satu bahasan tentang betapa pentingnya mengangkat kembali cerita-cerita tentang sepeda di Indonesia melalui berbagai “kacamata”.
Sebagai respons atas hasil tersebut, muncul gagasan untuk menyusun sebuah buku bunga rampai bersama para penulis undangan dan warga yang tertarik menyumbangkan catatan, pemikiran, dan arsip tentang sepeda di Indonesia. Bunga rampai ini akan menjadi salah satu keluaran program Mobilize Indonesia yang pertama yang mengangkat tema “Merayakan dan Merawat Ingatan Sepeda”. Kami berharap penyusunan buku ini dapat melengkapi catatan yang hilang tentang sepeda di berbagai kota di Indonesia dan menghidupkan kembali sepeda pada masa kini.
Tujuan
Tujuan dari pembuatan buku ini yakni:
- Mengumpulkan dan menerbitkan catatan, ingatan, arsip, dan data tentang sepeda di Indonesia;
- Memperkuat dan mengembangkan kolaborasi lintas sektor dalam pengarusutamaan sepeda sebagai bagian dari mobilitas aktif.
- Menambah koleksi referensi diskursus sepeda di Indonesia.
Output
Output pembuatan buku ini yakni:
- Tersedianya buku “Mobilize Indonesia: Merayakan dan Merawat Ingatan Sepeda.”
- Terselenggaranya kegiatan diseminasi multidisipliner buku “Mobilize Indonesia: Merayakan dan Merawat Ingatan Sepeda.”
- Tersedianya peluang pengembangan alih wahana buku “Mobilize Indonesia: Merayakan dan Merawat Ingatan Sepeda.”
Konsep Buku Mobilize Indonesia: Merayakan dan Merawat Ingatan Sepeda
Buku “Mobilize Indonesia: Merayakan dan Merawat Ingatan Sepeda” merupakan bunga rampai atau kumpulan karya tentang sepeda di Indonesia. Penulis/kreator dapat memilih topik-topik sepeda yang meliputi:
- Sejarah sepeda
- Sosial dan politik sepeda
- Ekonomi sepeda
- Perkembangan teknologi dan infrastruktur sepeda
- Budaya bersepeda
- Kebijakan publik bersepeda
- Rekreasi sepeda
Ketentuan Karya
Karya yang dikumpulkan berupa tulisan catatan, cerita dari arsip, produk visual (misal foto dan gambar), dan analisis data dengan format story telling atau photo story. Ketentuan masing-masing karya adalah sebagai berikut:
Karya tulisan
Karya tulisan meliputi catatan pribadi, cerita dari arsip yang dikoleksi, dan analisis data. Tulisan dibuat pada halaman A4 dengan ukuran font 12 minimal 3.000 kata. Masa tenggat pengumpulan karya adalah 31 Maret 2026.
Karya visual
Karya visual dapat berupa cerita foto atau gambar komik. Karya dibuat pada halaman A4 sebanyak 5-10 halaman. Ukuran font yang digunakan adalah 12. Masa tenggat pengumpulan karya 31 Maret 2026.
Pelepasan Hak
Penulis terpilih yang karyanya akan diterbitkan bersedia secara sukarela melepaskan hak atas karyanya baik tulisan maupun gambar kepada panitia.
Pengiriman Naskah
Pengiriman naskah bisa dilakukan melalui tautan berikut ini: https://bit.ly/bukusepeda
Penyuntingan
Naskah buku yang masuk akan disunting oleh Sukma Larastiti dan M. Fauzi Sukri. Proses penyuntingan akan dilakukan pada 1 Februari-31 Maret 2026. Pada masa yang sama, tim akan mencari penerbit dan mulai membahas desain dan tata letak buku yang akan terbit.
Rencana penerbitan
Buku Mobilize Indonesia: Merayakan dan Merawat Ingatan Sepeda rencana diterbitkan pada 3 Juni 2026 bertepatan dengan hari sepeda sedunia.
Biaya
Mobilize Indonesia dirancang dengan konsep pro bono dengan semangat untuk menyebarkan informasi dan pengetahuan yang berkaitan dengan isu transportasi dan kelestarian lingkungan. Harapannya, program ini dapat menjadi salah satu pilar yang menyokong terbentuknya masa depan transportasi dan mobilitas yang lebih lestari dan berdampak positif pada lingkungan.
Jika ada dukungan komersial yang masuk ke acara ini, penyelenggara akan mengomunikasikan kepada seluruh stakeholder terkait secara transparan.
Penyelenggara
Mobilize Indonesia terselenggara berkat kolaborasi dan inisiasi Transportologi, Transport for Surabaya, Wisma Jerman, dan Indonesia Future Mobility Initiative.
