Transportologi lahir dari keresahan sekelompok anak muda, Titis Efrindu Bawono dan Sukma Larastiti, atas miskinnya wacana dan literasi di sektor mobilitas lestari di tanah air.

Transportasi harus menjadi isu strategis yang menjadi perhatian banyak pihak.
Masalah transportasi hanya menjadi perbincangan publik saat terjadi kemacetan, tabrakan tragis atau harga BBM melonjak.
Padahal, wacana tentang transportasi harus diperkuat dan disebarluaskan demi mendorong terbangunnya mobilitas lestari yang adil, rendah emisi, dan bisa diakses bagi semua kalangan. Hal inilah yang menjadi ruh komunitas yang menghidupkan Transportologi hingga hari ini.
Aksi pertama Transportologi dimulai pada April 2017 dengan menggelar diskusi publik menanggapi pembangunan flyover Manahan di Balai Soedjatmoko, Kota Solo. Kemudian, pada Januari 2019, Transportologi meluncurkan website untuk memperkuat diseminasi informasi dan gagasan mengenai mobilitas lestari kepada khlayakan luas.
Pada Juli 2019, Transportologi berkolaborasi dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Surakarta menggelar diskusi dan pameran bertajuk “Masa Depan Transportasi Kota Solo” di Monumen Pers, Kota Solo. Acara ini membahas tentang isu mobilitas lestari dengan pameran infografis mengenai perubahan iklim.
Aksi terus berjalan sampai pada mengumpulkan sejumlah komunitas dalam agenda diskusi “Bumi Darurat Iklim” di Hotel Fortuna, Kota Solo, September 2019. Acara ini menghasilkan sejumlah rencana aksi komunitas menanggapi dampak perubahan iklim.
Kemajuan adalah tentang semangat untuk terus berbenah.
Wacana mobilitas lestari harus terus bergulir.
Pada November 2019, Transportologi berkolaborasi dengan WRI Indonesia, Bloomberg Philanthropies, Institut Sustainable Transport Indonesia menggelar diskusi bertajuk “Penataan Angkutan Umum Kota Bandung” di kampus Universitas Katolik Parahyangan, Kota Bandung.
Kolaborasi dengan banyak pihak terus berjalan pada 2020-2023 dengan topik beragam namun masih dengan isu utama yakni mobilitas lestari. Mitra kolaborator juga terus bertambah mulai dari SMPN 1 Kota Surakarta, Ruang Solidaritas Joli Jolan, MTI Soloraya, iRAP, dan lainnya.
Tak hanya itu, wacana mobilitas lestari harus terus bergulir. Hal ini mendorong Transportologi mencetuskan gagasan mendirikan badan hukum dan semula hanya komunitas. Ide ini diilhami oleh pentingnya pengembangan jasa konsultan, khususnya yang bergerak di bidang mobilitas perkotaan untuk berkontribusi terhadap pembangunan lokal, regional, dan nasional.
Atas dasar pertimbangan tersebut, Transportologi yang lahir pada April 2017 sebagai sebuah komunitas kini menjadi sebuah badan hukum di Indonesia yang berbentuk Perseroan Terbatas dengan PT Pusat Studi Mobilitas Lestari Transportologi (disingkat Transportologi) pada 16 Oktober 2023.
Visi dari Transportologi adalah menjadi perusahaan konsultan yang profesional dan berkualitas secara internasional. Untuk mewujudkan hal itu, Transportologi memiliki sejumlah misi yakni memberikan kontribusi signifikan terhadap pembangunan lokal, regional, dan nasional serta mampu bersaing di tingkat global melalui penyediaan jasa konsultan, khususnya di bidang mobilitas dan lingkungan yang berkualitas dan berkinerja prima.