Menengok Kemajuan Industri Angkutan Umum di Busworld Asia Tenggara

Untuk pertama kalinya, Busworld Asia Tenggara menggelar pameran bus di Indonesia. Acara yang diselenggarakan di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat pada 20-22 Maret 2019 menyuguhkan dua acara utama: pameran bus beserta kelengkapannya dan konferensi transportasi.

Busworld sendiri pertama kali diadakan pada 1971 di Kortrijk, Belgia. Saat ini, sudah ada tujuh negara—yakni Belgia, Kolombia, Turki, Rusia, Tiongkok, India, dan Kazakhstan—yang menjadi penyelenggara Busworld. Indonesia adalah negara kedelapan yang ditunjuk sebagai tuan rumah pameran Busworld.

Ada beberapa alasan kenapa Indonesia ditunjuk sebagai penyelenggara Busworld. Yang pertama, Indonesia termasuk lima besar negara dengan penduduk terpadat di dunia. Di Asia Tenggara, jumlah penduduk Indonesia setara 40% dari total populasi penduduk ASEAN. Tingginya jumlah penduduk menuntut pemenuhan kebutuhan transportasi yang memadai.

Yang kedua, pemerintah memiliki rencana pengadaan bus sebanyak 3.000 unit untuk sistem Bus Rapid Transit (BRT) dan target pemerintah untuk meningkatkan kunjungan wisata hingga 20 juta pengunjung hingga akhir 2019. Untuk mendukung sektor wisata ini, bus yang dibutuhkan diperkirakan mencapai 5.000 unit. Kebutuhan ini merupakan peluang bagi industri bus. Pengadaan 200 bus sendiri akan dibuka pada awal tahun 2019.

Bus listrik percontohan TransJakarta (Foto: Abel Pramudya Nugrahadi)

Produk Baru

Pada pameran ini, Busworld mendatangkan dua pabrik bus asal Eropa, tiga perusahaan karoseri nasional, serta berbagai perusahaan aksesoris, suku cadang, interior, teknologi, dan operator. Pabrik bus dan perusahaan karoseri yang datang yakni Volvo, Mercedes-Benz, Laksana, Morodadi Prima, dan New Armada. Setidaknya ada lebih dari 50 peserta pameran dari 10 negara.

Pameran ini menjadi ajang perusahaan untuk mengenalkan teknologi terbarunya. Volvo dan Mercedez-Benz mengeluarkan produk baru mesin dan sasis untuk segmen bus kota dan bus antarkota. Sedangkan, Laksana, Morodadi Prima, dan New Armada mengeluarkan tiga model karoseri baru untuk bus kota, bus medium, bus tingkat, dan mini bus.

Volvo merilis B8RLE 4×2, menemani produk sebelumnya Volvo B11R 6×2 di segmen bus kota dan Volvo B11R 430HP yang mengisi segmen bus antarkota dan pariwisata (intercity coach). Karoseri Laksana Ungaran pun memamerkan model bus terbarunya, yakni Cityline 3. Model ini merupakan pembaruan dari Cityline 2 yang sudah banyak dipakai oleh TransJakarta.

Laksana dalam kesempatan ini sekaligus meresmikan ekspor perdana 4 unit bus ke Bangladesh. Ini bukan kali pertama Laksana mengekspor bus. Sejak 2009, Laksana telah mengekspor bus ke negara Kepulauan Fiji. Selain Laksana, Tri Sakti juga telah mengekspor ke negara yang sama sejak 2016. New Armada juga sudah mengekspor bus ke beberapa negara seperti, Brunei Darussalam, China, Sri Lanka, Arab Saudi, dan Siprus sejak’90-an.

Di samping bus konvensional, pameran ini menghadirkan bus listrik. Bus listrik tersebut merupakan produk BYD Auto Co. Ltd., perusahaan asal Cina, dan Mobil Anak Bangsa (MAB) dengan karoseri dari New Armada. Keduanya akan digunakan untuk uji coba bus listrik di Jakarta oleh Manajemen TransJakarta. Bus listrik digadang-gadang menjadi transportasi masa depan yang ramah lingkungan.

Konferensi Walikota dalam acara Busworld Academy (Foto: Sukma Larastiti)

Menuju Masa Depan

Untuk mendukung kemantapan industri transportasi di masa mendatang, Busworld Academy mengadakan konferensi transportasi. Konferensi ini merupakan wadah bagi para pemangku kepentingan untuk saling bertukar gagasan. Tema yang diusung kali ini adalah “Making Bus Transport Systems Attractive, Efficient, And Affordable In South East Asia”.

Konferensi ini terdiri dari beberapa bagian, mulai dari konferensi para walikota, konferensi CEO, dan diskusi panel yang mendalami persoalan transportasi masa kini. Isu yang dibahas diantaranya perencanaan angkutan umum yang lebih berbasis pengguna, perkembangan dan kesiapan kendaraan listrik untuk menggantikan bus konvensional, dan perkembangan kemajuan kota-kota dan operator bus dalam industri angkutan umum.

Pada akhir acara, Busworld Academy menyusun Deklarasi Jakarta untuk diadopsi oleh para peserta Busworld Academy. Deklarasi Jakarta bertujuan mendukung upaya transportasi yang berkelanjutan yang sesuai dengan Target Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals) 2013, Deklarasi Paris untuk Perubahan Iklim (Paris Declaration on Climate Change), dan Agenda Perkotaan Baru untuk Transportasi Perkotaan yang Berkelanjutan (New Urban Agenda for Sustainable Urban Transport) dengan mendukung angkutan umum yang aman, nyaman, dapat diakses dengan mudah, dan terjangkau.

Laporan ini merupakan hasil kerjasama Transportologi dengan Abel Pramudya Nugrahadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *